Non overlapping Channel merupakan
suatu set channel yang diperkirakan mempuyai set/jarak pemisah frekuensi dan
dapat digunakan bersama dalam waktu yang sama tanpa adanya interfrensi,
non-overlapping channel bekerja pada link RF.
 |
Gambar
Skema 3 kanal yang berbeda
|
Gambar diatas merupakan hasil pengukuran spectrum dengan menggunkan spectrum analyzer (Gambar diambil dari www.waverider.com) , Pada gambar tampak jelas kanal -kanal yang digunakan dengan waktu yang sama yaitu kanal 1, kanal 6 dan kanal 11 yang terletak pada frekuensi 2412MHz, 2437MHz dan 2462MHz. Pada gambar ini interferensi tidak terjadi(terlihat dari tidak adanya potongan garis frekuensi antara frekuensi yang satu dengan frekuensi yang lainnya)
Pada
dasarnya kita bisa tidak hanya berpatok pada 3 channel frekuesi itu saja, kita
juga bisa menggunkan 4 channel sekaligus dalam waktu yang bersamaan , ini dapat
dilakukan jika cakupan wilayah yang menjadi target lebih luas lagi sehingga
dibutuhkan 4 channel yang berbeda
 |
| Gambar skema 4 kanal yang berbeda |
Frekuensi/kanal
yang digunakan:
Channel
1 2412MHz
Channel
5 2432MHz
Channel
9 2452MHz
Channel
13 2472MHz
Penggunaan
4 Channel ini memang dapat menjangkau
wilayah yang lebih luas tetapi akan terjadi sedikit interferensi pada tiap -
tiap channelnya, Anda dapat melihatnya pada skema diatas, terlihat potongan
garis pada tiap - tiap diagram channel yang menandakan adanya interferensi,
JARAK
TRANSMISI WLAN
Pada
Gambar diatas menjelaskan Kemampuan
Transmit /daya pancar dan Receive/Penerima suatu set perelatan Wireless dengan
keterbatasan Effective Isotropic Radiated Power(EIRP) Hanya 30-36 sehingga kita
hanya mempunyai jangkauan yang terbatas,
Secara hukum pancaran sinyal antenna
yang dijinkan adalah 36dBmW, sehingga ketika anda menggunakan antena 24dBi anda hanya menggunkan daya sekitar 15dBm/ sekitar 30 mW saja.
Pada umumnya peralatan WLAN yang ada
dipasaran mempunyai daya pancar antara 15-20 dBm (30-100mW), Dengan daya yang
terbatas ini mengakibatkan jarak jangkauanpun menjadi terbatas.
Gambar
dibawah merupakan suatu bentuk daerah coverage dari WLAN
Gambar diambil
dari “Buku Penggangan Internet wireless dan Hostpot karangan Onno Purbo halaman
239”
Titik-titik
diatas menggambarkan jangkauan transmisi radio untuk tipe antena tertentu.
Disain ini nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk pemodelan sell dijaringan
Wireless Metropolitan Area Network. Secara Tiori Access Point dengan antena
Omnidirectoral akan meng-cover beberapa wilayah dengan cakupan wilayah
sekitar 4 sampai 5 km..
Pada
Kenyataannya tidak semua daerah pada titik pada segi-enam diatas dapat menerima jangkauan wireless, ini
dikarenakan bentuk radiasi dari antena yang lonjong, sehingga pada segi-enam
akan ada daerah kosong atau sering disebut dengan Blank spot . Selain itu faktor lain yang dimungkinkan untuk
menghambat pancaran sinyal ini adalah bentuk tekstur dari wilayah jangkauan.
Jika wilayah berbukit atau banyaknya gedung yang tinggi maka pancaran akan
terhambat.
Warna Orange pada gambar diatas
adalah daerah cakupan dari wireless
Desain Meteropolitan Area Network (MAN)
Berdasarkan pada Tiga Non-Overlapping channel
Omnidirectionsl Access Point
Pada
Bagian kita menggunakan model jangkauan
hexagonal dengan melibatkan 3 channel
yang berbeda yaitu channel 1 (2412MHz), channel 6 (2437MHz) dan channel 11
(2462MHz).
Karena hanya menggunakan 3 channel
maka logika sederhana agar tidak terjadi interferensi yaitu dengan
disusunnya channel-channel yang berbeda pada tiap-tiap sell yang
berdekatan, logika ini dituangkan pada struktur gambar diatas dimana tiap
channel yang berbeda diberi warna dan no channel yang berbeda.
Dengan susunan channel diatas
diharapkan dapat menjangkau wilayah/kota seluas 35x35 km tanpa adanya
interferensi. Kita Asumsikan jika satu sell saja dapat menampung 10-30
nodestation/warnet maka dapat anda bayangkan minimal wireless ini dapat mencakup minimal 70
nodestation/wanet.
Sectoral Access Point
Teknik
Selanjutnya kita menggunkan Sectoral
Access point, dengan tiga jenis channel yang berbeda yang tentunya dengan
menggunakan acces point yang berbeda pula. Pada kasus ini 3 jenis Access point
tersebut diletakkan pada satu Tower yang samadengan perkiraan cakupan 120
derajat pada setiap access point. Diperkirakan jika tidak ada halangan yang
berarti access pint ini dapat menjangkau 6 hinggga 8 Km pada tiap acces point.
Dapat
dilihat diatas, suatu tower diletakkan tapat disudut salah satu sell, hal
ini ditujukan untuk menghemat penggunaan
tower.
Kepadatan
jaringan tergantung pada traficc lalu lintas pada jaringan, ini sebabnya total
WiFi setiap sell menjadi terbatas yaitu berkisaran pada 10-30 nodestation.
Perlu diketahui sebetulnya total komputer yang terhubung kejaringan jumlahnya
lebih besar daripada node WiFi di jaringan.
Tampak
diatas susuan wireless menggunakan prinsip sectoral, Sama halnya dengan susunan
pada omnidirectional, susunaan ini juga menggunakan 3 channel yang berbeda
pula, dapat dilihat dengan perbedaan warna pada susunan cell, jarak warna(dalam
hal ini frekuensi) berjauhan, sehingga interferensi tidak akan terjadi.
Jangkauan
wilayah pada susunan ini hampir sama dengan omnidirectional yaitu 35x35 km
persegi, tetapi tidak sama hal nya dengan banyaknya node yang dapat dijangkau
pada susunan ini, susunan ini dapat meng-cover 9 sell dengan 9x30 node atau 270
node.
Desain Metropolitan Area Network (MAN)
dengan 4 Non Overlapping Channel
Menggunakan
4 channel yang berbeda merupakan ciri
khas dari susunan cell ini, susunan sell tidak menggunakan bentuk jangkauan
segi-enam seperti bahasan sebelumnya, tetapi sudah menggunkan persegi-empat.
Karena Bentuknya persegi empat maka tiap antena tidak meng-cover 120 derejat lagi, tetapi 90derajat saja.
Sama
halnya dengan susuanan sectoral, tower diletakkan pada sudut dalam sell, tetapi
tentunya pada susunan ini tidak digunakan segi-enam sebagai wilayah cakupannya
karena sudah menggunakan 4 channel pada satu tower. Channel yang digunakan pada
susunan ini adalah channel 2412 MHz,
channel 2432 MHz, channel 2452 MHz, dan channel 2472MHz.
Karena menggunkan 4 channel yang
berbeda tetapi masih dalam batasan 2412 MHz hingga 2477MHz maka pada susunan
ini akan terjadi sedikit interferensi. Jarak jangkauan sama saja halnya dengan
jarak jangkauan pada susunan sebelumnya yaitu 6 hingga 8 km,tetapi dengan
konfigurasi yang berbeda pula .
Dapat
anda lihat, jika didsusun seperti diatas, maka jangkauan wilayah yang dapat
dijangkau akan semakin jauh lebih besar lagi daripada sebelumnya, hanya dengan
3 buah tower(yang masing - masing tower dipasang 4 channel yang berbeda) mampu
meng-cover 3x4 atau dua belas sell.
Melihat hal ini sudah tentu jumlah nodenya juga akan betambah , jumlah komputer yang dapat
dilayani juga akan bertambah tetapi tidak menambah jumlah tower, tentu saja
dengan penambahan channel frekuensi menjadi 4 jenis channel yang berbeda.
Memasukkan
Sambungan Point to Point (P2P)
Dengan
khasus menggunakan banyak tower kita membutuhkan sambungan antara tiap tower,
yaitu sambungan yang sering dikenal dengan POINT to POINT, Salah satu Syarat
sambungan point to point yaitu, sambungan wajib bekerja pada frekuensi yang
sama dan bekerja dalam suatu wilayah.Sambungan Point- to point biasanya
menggunakan antena Omni dan sectoral(jadi gabungannya),
Channel
yang digunakan pada :
1.
Tiga
non - overlapping channel
1.
Channel
3 yaitu pada frekuensi 2422MHz
2.
Channel
8 yaitu pada frekuensi 2447MHz
3.
Empat
non- overlapping channel
1.
Channel
3 yaitu pada frekuensi 2422MHz
2.
Channel
7 yaitu pada frekuensi 2442MHz
3.
Channel
11 yaitu pada frekuensi 2462MHz
Pada
gambar diatas adalah contoh penggunaan sambuangan Point to poin dan point to
multi point.
1.
Server kantor pusat dapat berfungsi sebagai pusat data dari kantor cabang.
2.
Transaksi yang Real-Time (data di server pusat diupdate saat itu juga,
contoh ATM Bank unluk wilayah nasional)
3.
Komunikasi antar kantor bisa menggunakan e-mail, chatting
4.
dan Video Conference (ViCon).
1.
Biaya operasional mahal.
2.
Instalasi infrastrukturnya tidak mudah.
3.
Rumit jika terjadi trouble jaringan (network trouble shoot)